Sistem dan Teknologi Informasi

Tulisan ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Sistem dan Teknologi Informasi


Nama : Mentina Asri

Pembimbing Tugas : Rinda Cahyana, S.T., M.T.


Sistem dan Teknologi Informasi: Fondasi Operasi dan Adaptasi Organisasi


Pendahuluan: Definisi Sistem

Sistem merupakan konsep dasar dalam informatika, yang didefinisikan sebagai sekumpulan elemen yang saling berhubungan dengan batasan yang jelas, yang bekerja bersama untuk mencapai seperangkat tujuan bersama. Dalam operasinya, sistem menerima masukan, memprosesnya, dan menghasilkan keluaran melalui proses perubahan bentuk yang terorganisir. Setiap sistem berada dalam suatu lingkungan yang berisi sistem lain, dan sering kali sistem itu sendiri merupakan salah satu komponen (subsistem) dari sistem besar yang disebut lingkungan.

Fungsi Dasar dan Bentuk Sistem

Menurut Obrian dan Marakas (2007), sistem memiliki tiga fungsi dasar yang sangat penting:

  • Input: Mencakup penangkapan dan pengumpulan elemen yang masuk ke dalam sistem untuk diproses.

  • Process: Mencakup proses perubahan bentuk yang bertugas mengubah input menjadi output.

  • Output: Mencakup penyampaian elemen hasil produksi dari proses perubahan bentuk menuju tujuan akhir.

Selain fungsi dasar tersebut, sistem juga dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuknya. Cybernetic system adalah sistem yang memiliki kemampuan untuk memantau dirinya sendiri dan membuat kebijakan sendiri (self-regulating). Hal ini dimungkinkan karena sistem dilengkapi dengan fungsi feedback (data kinerja sistem) dan control (pemantauan dan evaluasi feedback) yang menentukan apakah sistem mencapai tujuannya. Bentuk sistem lainnya adalah adaptive system, yaitu sistem yang dapat mengubah dirinya atau lingkungannya agar dapat bertahan (Obrian & Marakas, 2007).

Sumber Daya dalam Sistem Informasi

Sistem informasi beroperasi dengan mengandalkan lima jenis sumber daya utama (Obrian & Marakas, 2007):

  • Human Resources: Terdiri dari dua kelompok utama: end users, yaitu mereka yang menggunakan sistem informasi dan informasi yang dihasilkan; serta information systems specialists, yaitu orang-orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem.

  • Software Resources: Meliputi system software, application software, dan prosedur. Prosedur didefinisikan sebagai instruksi operasional bagi setiap orang yang akan menggunakan sistem informasi (Obrian & Marakas, 2007).

  • Hardware Resources: Meliputi unit sistem (bagian komputer yang berisi CPU dan memori) dan perangkat periferal. Periferal adalah perangkat input dan output yang berfungsi mengambil data serta menyiarkan atau mengirimkan informasi (Obrian & Marakas, 2007).

  • Network Resources: Meliputi media komunikasi (seperti coaxial, fiber optic, seluler, dll.) dan infrastruktur jaringan. Infrastruktur jaringan mencakup teknologi hardware, software, dan data yang diperlukan untuk mendukung operasi dan penggunaan jaringan komunikasi (Obrian & Marakas, 2007).

  • Data Resources: Data sistem informasi diorganisasi, disimpan, dan diakses melalui teknologi manajemen, biasanya dalam bentuk database (menyimpan data yang diproses atau diorganisasi) dan knowledge bases (menyimpan pengetahuan dalam berbagai bentuk seperti fakta, aturan, dan studi kasus). Penting untuk dicatat bahwa informasi adalah data yang bermakna dan berguna (Obrian & Marakas, 2007).

Teknologi Informasi dan Infrastruktur

Teknologi informasi (IT) didefinisikan sebagai komponen sistem informasi selain sumber daya manusia (Turban et al., 2006). Konsep terkait adalah Information and Communication Technology (ICT), yang merupakan konvergensi teknologi telekomunikasi atau komunikasi dan komputer (Bouwman et al., 2005; ITU, 2002).

Infrastruktur Teknologi Informasi (IT) memainkan peran penting dalam organisasi. IT infrastructure meliputi fasilitas fisik, komponen, layanan, dan personel TI yang mendukung seluruh organisasi (Rainer & Cegielsky, 2011). Lebih lanjut, IT infrastructure mencakup investasi dalam hardware, software, dan layanan yang digunakan bersama oleh perusahaan atau unit bisnis. Laudon (2011) menjelaskan bahwa IT infrastructure menyediakan fondasi untuk melayani pelanggan, bekerja dengan pemasok, dan mengelola proses bisnis internal. Selain itu, IT infrastructure merupakan sumber daya teknologi bersama dan menyediakan platform untuk aplikasi sistem informasi tertentu (Laudon, 2011).

Layanan Teknologi Informasi

Untuk mendukung operasi bisnis, infrastruktur TI menyediakan serangkaian layanan (Laudon, 2011):

  • COMPUTING: Menyediakan akses ke lingkungan digital yang sesuai.

  • TELECOMMUNICATIONS: Meliputi koneksi data, suara, dan video.

  • DATA MANAGEMENT: Meliputi penyimpanan dan analisis data.

  • APPLICATION SOFTWARE: Memanfaatkan sistem seperti ERP, CRM, SCM, dan KMS oleh seluruh unit bisnis.

  • PHYSICAL FACILITY MANAGEMENT: Bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan instalasi teknologi informasi dan komunikasi.

  • INFORMATION TECHNOLOGY MANAGEMENT: Mencakup perencanaan dan pengelolaan proyek atau layanan.

  • INFORMATION TECHNOLOGY STANDARDS: Menetapkan kebijakan mengenai perangkat apa yang boleh digunakan, kapan, dan bagaimana.

  • INFORMATION TECHNOLOGY EDUCATION: Meliputi pelatihan bagi karyawan dan perencanaan bagi manajer.

  • INFORMATION TECHNOLOGY R&D (Research and Development): Melakukan penelitian tentang teknologi masa depan yang berpotensi memberikan keunggulan kompetitif.

Kesimpulan

Sistem dan teknologi informasi merupakan fondasi penting dalam mendukung operasional dan pengambilan keputusan di berbagai organisasi. Sebagai sebuah kesatuan elemen yang saling terintegrasi, sistem berfungsi mengolah input menjadi output yang bermanfaat, sekaligus menjalankan kontrol agar proses tetap berjalan secara efisien dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Keberhasilan sebuah sistem informasi tidak terlepas dari pemanfaatan lima sumber daya utama manusia, perangkat keras, perangkat lunak, data, serta jaringan dan infrastruktur yang bekerja secara harmonis untuk menghasilkan informasi yang akurat dan dapat diandalkan. Teknologi informasi kemudian memperluas kemampuan ini melalui penyediaan infrastruktur, perangkat lunak aplikasi, pengelolaan data, serta layanan telekomunikasi yang memungkinkan organisasi beroperasi secara lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi.

Selain itu, teknologi informasi juga mencakup aspek manajemen seperti standarisasi, edukasi, perencanaan strategis, hingga penelitian dan pengembangan, yang semuanya berperan dalam memastikan bahwa sistem informasi dapat dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, perpaduan antara sistem dan teknologi informasi menjadi faktor utama dalam meningkatkan efisiensi operasional, mendukung pengambilan keputusan, serta membantu organisasi mencapai keunggulan kompetitif di era digital.

DAFTAR PUSTAKA

Bouwman, H., et al. (2005). [Source not cited, taken from internal citation].

THAT. (2002). [Source not cited, taken from internal citation].

Laudon, K. (2011). [Source not cited, taken from internal citation].

Obrian, J. A., & Marakas, G. M. (2007). [Source not cited, taken from internal citation].

Rainer, R. K., & Cegielsky, S. F. (2011). [Source not cited, taken from internal citation].

Turban, E., et al. (2006). [Source not cited, taken from internal citation].

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masyarakat Informasi

Ringkasan 7 Postingan

pengelolaan pengetahuan