Masyarakat Informasi
Tulisan ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Sistem dan Teknologi Informasi
Nama : Mentina Asri
Pembimbing Tugas : Rinda Cahyana, S.T., M.T.
Masyarakat Informasi: Struktur Baru yang Berdasarkan pada Produksi dan Akses terhadap Pengetahuan
Pendahuluan
Era kontemporer ditandai oleh perubahan struktur sosial yang menempatkan informasi sebagai inti dari seluruh aktivitas. Masyarakat Informasi didefinisikan sebagai bentuk baru masyarakat yang struktur sosialnya didasarkan pada penciptaan, distribusi, akses, dan penggunaan informasi secara bebas (Karvalics, 2007). Dalam masyarakat ini, informasi telah menjadi sumber utama; ia adalah sumber daya ekonomi kunci dan salah satu aset perusahaan yang paling berharga (Drucker, 1992; Huang et al., 1999; Moody & Walsh, 1999). Oleh karena itu, individu atau bisnis yang sukses adalah mereka yang menguasai dan mengendalikan informasi (Fenner, 2002).
Untuk memahami Masyarakat Informasi, penting untuk mengidentifikasi bahan bakunya—Data dan Informasi—serta teknologi yang memungkinkannya—ICT—dan keterampilan yang dibutuhkan oleh warganya.
Data, Informasi, dan ICT
Data didefinisikan sebagai materi faktual, seperti huruf, angka, simbol, bentuk, warna, temperatur, dan sebagainya (O'Brien & Marakas, 2008). Sementara itu, Informasi adalah data yang bermakna dan berguna (O'Brien & Marakas, 2008), dihasilkan melalui proses tertentu (Loose, 1997), dan disampaikan kepada pengguna tertentu melalui proses pemberitahuan (Machlup, 1980; O'Brien & Marakas, 2008). Media informasi yang digunakan untuk distribusi mencakup teks, gambar, gambar bergerak, dan suara (Williams & Sawyer, 2010).
Transformasi data menjadi informasi dan distribusi informasi dapat dilakukan secara luas melalui Information and Communication Technology (ICT). ICT didefinisikan sebagai konvergensi teknologi telekomunikasi atau komunikasi dan komputer (Bouwman et al., 2005; ITU, 2002). ICT memungkinkan terciptanya dunia maya (cyberspace), atau dunia virtual yang dibentuk oleh komputer dan telekomunikasi (Williams & Sawyer, 2010).
Warga Masyarakat Informasi: Imigran Digital vs. Penduduk Asli Digital
Masyarakat Informasi melahirkan tipologi pengguna yang berbeda. Di satu sisi terdapat Imigran Digital (Digital Immigrants), dan di sisi lain terdapat Penduduk Asli Digital (Digital Natives)—yang sering digambarkan sebagai Generasi Milenial (unplag.com). Generasi Milenial memiliki karakteristik yang sangat mendukung berfungsinya masyarakat berbasis ICT:
-
Selalu Online: Milenial cenderung selalu terhubung ke jaringan untuk mengakses informasi dan layanan (Williams & Sawyer, 2010). Bahkan, berada sendirian di ruang nyata tidak berarti kesepian di dunia maya.
-
Berorientasi Multimedia: Mereka terbiasa dengan teknologi yang menyajikan informasi melalui berbagai medium (Multimedia).
-
Sangat Sosial, Multitasking, dan Pembelajar Intuitif.
Literasi Sangat Penting dalam Masyarakat Informasi
Dalam lingkungan yang didominasi ICT, penguasaan keterampilan digital dan informasi sangat penting.
-
Computer SavvyMenjadi computer savvy berarti mengetahui apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan komputer, bagaimana komputer memberikan keuntungan atau kerugian, serta mengetahui kapan seseorang dapat menyelesaikan masalah komputer sendiri dan kapan memerlukan bantuan profesional.
-
Literasi ICTIni adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan Information and Communication Technology (ICT) yang dibutuhkan oleh sebagian besar pengguna (Acevendo, 2005).
-
Literasi InformasiKemampuan ini lebih jauh, yakni kemampuan seseorang untuk mengetahui informasi yang ia butuhkan, serta mengakses, menemukan, dan memprosesnya untuk menciptakan nilai melalui ICT (Andretta, 2005; Árpád, 2007).
-
Literasi DigitalLiterasi digital mencakup berbagai kemampuan yang lebih kompleks, termasuk (Wheeler, 2012):
-
BUAT: Membuat berbagai jenis konten untuk berbagai tujuan dan audiens menggunakan beragam aplikasi.
-
DISTRIBUSI: Membuat informasi mudah dicari dan dibagikan.
-
TRANSLITERASI: Mampu menggunakan berbagai platform dan perangkat untuk menciptakan serta membagikan konten.
-
MENJAGA PRIVASI: Memahami risiko online dan membangun strategi efektif agar tetap aman bekerja di dunia digital.
-
MENGELOLA IDENTITAS: Menggunakan berbagai identitas yang sesuai di berbagai jejaring sosial dan platform lainnya.
-
JEJARING SOSIAL: Kemampuan membangun jaringan yang baik untuk membuat pembelajaran formal dan informal lebih efektif.
-
Tujuan Masyarakat Informasi
Tujuan utama setiap individu atau entitas dalam Masyarakat Informasi adalah memperoleh keunggulan kompetitif melalui penggunaan ICT (Gudauskas, 2011). Dalam konteks ini, informasi tidak hanya dapat didistribusikan lebih cepat, tetapi juga dapat dikumpulkan, disimpan, diarsipkan, dan diakses kapan saja dan di mana saja (Gudauskas, 2011).
Masyarakat Informasi, yang didukung konvergensi teknologi canggih dan literasi, berfungsi sebagai sistem yang menempatkan informasi bebas sebagai fondasi sosial, memungkinkan kecepatan dan jangkauan akses yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kesimpulan
Masyarakat informasi merupakan struktur sosial baru yang ditandai oleh peran sentral informasi serta dominannya penggunaan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) dalam berbagai aspek kehidupan. Informasi tidak lagi hanya menjadi pelengkap, tetapi telah menjadi sumber daya utama yang menentukan produktivitas, pembelajaran, partisipasi sosial, serta kemajuan ekonomi. Perkembangan media digital, internet, dan perangkat mobile mempercepat transformasi ini dengan memungkinkan akses informasi secara cepat, luas, dan tanpa batas geografis.
Dalam masyarakat informasi, muncul perbedaan antara imigran digital dan penduduk asli digital, yang menunjukkan perubahan pola interaksi, cara belajar, dan gaya hidup generasi yang semakin akrab dengan teknologi. Di sisi lain, literasi menjadi kemampuan kunci mulai dari literasi komputer, literasi informasi, literasi ICT, hingga literasi digital untuk memastikan setiap individu mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, etis, aman, dan produktif.
Tujuan utama masyarakat informasi adalah menciptakan individu dan kelompok yang adaptif, kolaboratif, memiliki akses informasi yang merata, serta mampu mengambil peran aktif dalam perkembangan sosial dan ekonomi digital. Dengan memanfaatkan ICT secara optimal, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, memperluas jaringan pengetahuan, serta menciptakan solusi inovatif bagi tantangan masa kini.
Dengan demikian, masyarakat informasi bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut membentuk cara manusia bekerja, belajar, berinteraksi, dan membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Komentar
Posting Komentar