pengelolaan data
Tulisan ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Sistem dan Teknologi Informasi
Nama : Mentina Asri
Pembimbing Tugas : Rinda Cahyana, S.T., M.T.
Manajemen Pengetahuan: Memanfaatkan Aset Intelektual untuk Keunggulan Organisasi
Knowledge Management adalah aspek penting bagi keberhasilan organisasi modern. Dalam konteks Sistem & Teknologi Informasi, manajemen pengetahuan memastikan bahwa pengetahuan dapat hadir dalam format yang memungkinkan pertukaran efektif di antara personel (Cahyana, 2020).
Definisi dan Jenis Pengetahuan
Pengetahuan (knowledge) didefinisikan sebagai aset intelektual atau informasi dalam tindakan yang kontekstual, relevan, dan dapat diterapkan (Cahyana, 2020). Organisasi perlu mengelola dua jenis pengetahuan utama:
Fungsi dan Proses Manajemen Pengetahuan
Manajemen Pengetahuan sendiri terkait dengan serangkaian proses bisnis yang dibangun dalam organisasi dengan tujuan menciptakan, menyimpan, mengirim, dan menerapkan pengetahuan (Cahyana, 2020). Melalui proses ini, Manajemen Pengetahuan secara signifikan meningkatkan kemampuan organisasi untuk belajar dari lingkungannya serta mengintegrasikan pengetahuan baru yang diperoleh ke dalam proses bisnisnya (Cahyana, 2020).
Proses Manajemen Pengetahuan ini dapat dilihat melalui Rantai Nilai Manajemen Pengetahuan atau Siklus Hidup Sistem Manajemen Pengetahuan. Siklus hidup ini memastikan pengetahuan bergerak dari penciptaan hingga penyebarannya, mencakup enam langkah utama:
- Create: Tahap ini fokus pada menentukan cara baru melakukan sesuatu atau membangun pengetahuan tentang cara melakukannya (know-how).
- Capture: Mengidentifikasi pengetahuan baru yang berharga dan menyajikannya secara deskriptif.
- Refine: Menempatkan pengetahuan dalam konteks sehingga menjadi dapat diterapkan.
- Store: Menyimpan pengetahuan yang berguna ke dalam repositori atau tempat penyimpanan yang dapat diakses oleh personel yang membutuhkannya.
- Manage: Tahap penting yang mencakup tinjauan rutin terhadap relevansi dan akurasi pengetahuan untuk memastikan informasi tetap terkini.
- Disseminate: Memberikan pengetahuan kepada siapa pun di organisasi, di mana saja dan kapan saja.
Jenis Sistem Pendukung Manajemen Pengetahuan
Untuk mendukung rantai nilai di atas, organisasi menggunakan berbagai Jenis Sistem Manajemen Pengetahuan (Cahyana, 2020):
- Enterprise Content Management Systems: Sistem ini memiliki kemampuan untuk menangkap, menyimpan, mengambil, mendistribusikan, dan melestarikan pengetahuan demi meningkatkan proses bisnis dan pengambilan keputusan perusahaan.
- Digital Assets Management System: Membantu perusahaan dalam mengklasifikasikan, menyimpan, dan mendistribusikan objek digital (Cahyana, 2020).
- Knowledge Network System: Sistem yang menyediakan direktori online para ahli perusahaan dan profil mereka, dengan rincian termasuk pengalaman kerja, proyek, publikasi, dan tingkat pendidikan. Contoh terkenal dari sistem ini adalah LinkedIn.
- Social Bookmarking: Memudahkan menemukan dan berbagi informasi dengan memungkinkan pengguna menyimpan bookmark halaman web di sebuah situs, kemudian menandai bookmark tersebut dengan kata kunci. Contohnya adalah Twitter dan Pinterest.
- Learning Management System (LMS): Menyediakan alat untuk mengelola, mengirim, melacak, dan menilai berbagai jenis pembelajaran dan pelatihan karyawan. Google Classroom adalah salah satu contoh sistem ini.
Secara keseluruhan, Manajemen Pengetahuan adalah disiplin terstruktur yang menggunakan proses dan sistem tertentu untuk mengubah aset intelektual, baik implisit maupun eksplisit, menjadi tindakan nyata yang memberikan nilai tambah bagi organisasi (Cahyana, 2020).
Kesimpulan
1. Pentingnya Manajemen Pengetahuan
Manajemen pengetahuan membantu organisasi memastikan pengetahuan baik yang tersurat (explicit) maupun tersirat (tacit) dapat dikumpulkan, dikelola, dan dimanfaatkan secara efektif untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas pengambilan keputusan.
2. Jenis Pengetahuan
Explicit Knowledge: pengetahuan yang terdokumentasi, terstruktur, dan mudah dibagikan (contoh: laporan, dokumen).
Tacit Knowledge: pengetahuan yang tersimpan dalam individu, seperti pengalaman, intuisi, dan keterampilan, yang lebih sulit diungkap.
3. Proses/Daur Hidup Manajemen Pengetahuan
Manajemen pengetahuan berjalan melalui siklus yang terdiri dari:
1. Create menciptakan pengetahuan baru.
2. Capture menangkap pengetahuan yang berharga.
3. Refine menyaring dan memberi konteks agar dapat digunakan.
4. Store menyimpan dalam repositori.
5. Manage meninjau dan menjaga agar tetap akurat dan relevan.
6. Disseminate menyebarkan pengetahuan ke seluruh organisasi.
4. Sistem Pendukung Teknologi Informasi
Agar proses pengetahuan dapat berjalan efektif, organisasi menggunakan sistem TI seperti:
Enterprise Content Management System menyimpan & mendistribusikan pengetahuan.
Digital Assets Management System mengelola aset digital.
Knowledge Network System direktori ahli untuk menemukan orang yang memiliki pengetahuan tertentu.
Social Bookmarking berbagi informasi (contoh: Pinterest, Twitter).
Learning Management System (LMS) sistem pembelajaran seperti Google Classroom.
5. Manfaat Manajemen Pengetahuan
Dengan pengelolaan pengetahuan yang baik (sistem + proses):
Organisasi dapat meningkatkan kemampuan belajar.
Pengetahuan menjadi lebih mudah diakses dan dimanfaatkan.
Mendukung inovasi dan meningkatkan performa organisasi.
Membantu organisasi lebih adaptif, efisien, dan kompetitif.

Komentar
Posting Komentar